SURABAYA -- REPUBLIKA--- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengatakan, berdasar survey yang dilakukan oleh PKS, banyak suara konstituen PDIP dan Golkar yang lari ke SBY."Berdasar survey, suara pemilih Golkar yang lari ke SBY itu 30 persen. Sedangkan PDIP itu 19 persen," terangnya.
Mengenai dukungabn PKS ke SBY-Boediono, Tifatul mengatakan ia mempunyai power sharing sebelum menyepakati untuk mendukung pasangan SBY-Boediono maju sebagai capres dan cawapres pada pilpres 8 Juli nanti.
Selain itu, dukungan PKS terhadap capres incumbent ini karena permintaan konstituen berdasarkan hasil survey . "Kami mempunyai power sharing sebelum memberikan dukungan kepada pak SBY. Salah satunya adalah kesamaan platform," jelasnya saat datang di Surabaya mendeklarasikan dukungan kepada SBY-Boediono, yang digelar DPW PKS Jatim, di Hotel Utami, Juanda Surabaya, Ahad (7/6).
Tapi Tifatul enggan memberikan penjelasan secara blak-blakan soal power sharing tersebut. Dia hanya menjelaskan soal kesamaan platform antara PKS dan Partai Demokrat. Meski sudah berulang kali dipancing oleh para wartawan usai acara, power sharing itu soal jatah komposisi kabinet menteri atau lainya, dia hanya menjawab
"Itu urusan nanti. Tapi kita mendukung SBY-Boediono karena platform kita sama, pokoknya 99,50 persen sama dan bersyarat," ujarnya.
Menurutnya power sharing tersebut pasti ada, kalau soal komposisi (Kabinet) tetap suara terbesar dapat jatah paling besar (PD). "Kami berpikir itu dulu, tapi yang utama adalah kerja bagaimana agar SBY-Boediono menang," ujarnya
Sementara menyinggung soal strategi PKS untuk memenangkan SBY, Tifatul mengaku optimis dengan mesin partai, yang dinilainya saat ini masih panas karena tenggang waktu pileg dan pilpres tidak panjang.
Dia menargetkan, pada pilpres nanti PKS mampu menyumbang 10 persen suara untuk SBY-Boediono. Suara itu adalah suara perolehan PKS pada pilleg lalu. Artinya, minimal partai berbasis Islam itu mematok target, suara PKS tetap."Syukur Kalau bisa lebih," ujarnya.
Terkait soal keputusan PKS memilih SBY untuk didukung, itu juga sudah atas dasar survey yang dilakukan PKS terhadap konstituenya ditingkat bawah."Diantara tiga pasangan calon, ternyata 70 persen konstituen PKS menghendaki kita mendukung SBY, bukan calon lain," pungkasnya.
Sementara Ketua DPP PKS Wilda Jatim dan Bali Sigit Sosiantomo, Ketua DPW PKS Jawa Timur Ja'far Tri Kuswahyono, Ketua Korwil Jawa Timur Kampanye Nasional Imam Utomo, Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DPD PD Jatim, Arief Affandi hadir dalam deklarasi tersebut
Selain itu, sekitar 500 pengurus PKS, mulai dari tingkat DPW, MPW (Majlis Pertimbangan Wilayah), DSW (Dewan Syariat Wilayah), DPD (Dewan Pimpinan Daerah), dan beberapa pengurus cabang lain.
Di jelaskan Kuswahyono, DPW PKS Jatim mentarget suara PKS untuk pasangan SBY-Boediono nanti minimal tetap seperti perolehan suara pada pilleg 9 April lalu, yaitu 853 ribu."Kalau bisa naik diatas itu," ujarnya. - uki/ahi
8.6.09
853 RIBU SUARA PKS JATIM SIAP KE SBY-BOEDIONO
853 RIBU SUARA PKS JATIM SIAP KE SBY-BOEDIONO
SURABAYA -- REPUBLIKA--- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengatakan, berdasar survey yang dilakukan oleh PKS, banyak suara konstituen PDIP dan Golkar yang lari ke SBY."Berdasar survey, suara pemilih Golkar yang lari ke SBY itu 30 persen. Sedangkan PDIP itu 19 persen," terangnya.
Mengenai dukungabn PKS ke SBY-Boediono, Tifatul mengatakan ia mempunyai power sharing sebelum menyepakati untuk mendukung pasangan SBY-Boediono maju sebagai capres dan cawapres pada pilpres 8 Juli nanti.
Selain itu, dukungan PKS terhadap capres incumbent ini karena permintaan konstituen berdasarkan hasil survey . "Kami mempunyai power sharing sebelum memberikan dukungan kepada pak SBY. Salah satunya adalah kesamaan platform," jelasnya saat datang di Surabaya mendeklarasikan dukungan kepada SBY-Boediono, yang digelar DPW PKS Jatim, di Hotel Utami, Juanda Surabaya, Ahad (7/6).
Tapi Tifatul enggan memberikan penjelasan secara blak-blakan soal power sharing tersebut. Dia hanya menjelaskan soal kesamaan platform antara PKS dan Partai Demokrat. Meski sudah berulang kali dipancing oleh para wartawan usai acara, power sharing itu soal jatah komposisi kabinet menteri atau lainya, dia hanya menjawab
"Itu urusan nanti. Tapi kita mendukung SBY-Boediono karena platform kita sama, pokoknya 99,50 persen sama dan bersyarat," ujarnya.
Menurutnya power sharing tersebut pasti ada, kalau soal komposisi (Kabinet) tetap suara terbesar dapat jatah paling besar (PD). "Kami berpikir itu dulu, tapi yang utama adalah kerja bagaimana agar SBY-Boediono menang," ujarnya
Sementara menyinggung soal strategi PKS untuk memenangkan SBY, Tifatul mengaku optimis dengan mesin partai, yang dinilainya saat ini masih panas karena tenggang waktu pileg dan pilpres tidak panjang.
Dia menargetkan, pada pilpres nanti PKS mampu menyumbang 10 persen suara untuk SBY-Boediono. Suara itu adalah suara perolehan PKS pada pilleg lalu. Artinya, minimal partai berbasis Islam itu mematok target, suara PKS tetap."Syukur Kalau bisa lebih," ujarnya.
Terkait soal keputusan PKS memilih SBY untuk didukung, itu juga sudah atas dasar survey yang dilakukan PKS terhadap konstituenya ditingkat bawah."Diantara tiga pasangan calon, ternyata 70 persen konstituen PKS menghendaki kita mendukung SBY, bukan calon lain," pungkasnya.
Sementara Ketua DPP PKS Wilda Jatim dan Bali Sigit Sosiantomo, Ketua DPW PKS Jawa Timur Ja'far Tri Kuswahyono, Ketua Korwil Jawa Timur Kampanye Nasional Imam Utomo, Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DPD PD Jatim, Arief Affandi hadir dalam deklarasi tersebut
Selain itu, sekitar 500 pengurus PKS, mulai dari tingkat DPW, MPW (Majlis Pertimbangan Wilayah), DSW (Dewan Syariat Wilayah), DPD (Dewan Pimpinan Daerah), dan beberapa pengurus cabang lain.
Di jelaskan Kuswahyono, DPW PKS Jatim mentarget suara PKS untuk pasangan SBY-Boediono nanti minimal tetap seperti perolehan suara pada pilleg 9 April lalu, yaitu 853 ribu."Kalau bisa naik diatas itu," ujarnya. - uki/ahi
Blog Archive
-
▼
2009
(797)
-
►
May
(63)
- Menatap 2014
- Soeripto: Pecat Kader PKS Mbalelo!
- 'Totalitas' PKS Mendukung SBY
- Ani Pakai Jilbab, Elektebilitas SBY Bisa Melorot
- PKS Gusur Konsistensi PKB ke SBY
- Angket Lolos, Koalisi Rapuh
- Daftar Anggota DPR RI 2009-2014 dari PKS
- Buku 'Ilusi Negara Islam' Mengadu Domba Ummat
- Survei PKS, SBY-Boediono Masih Bisa Kalah
- PKSku sayang, PKSku (tidak) malang
- PKS "Ikat" Boediono dengan Piagam Kerja Sama
- Ketika Artis Menjadi Anggota Parlemen
- Kontrak PKS Tak Terpisah dengan Piagam Cikeas
- Pidato Politik SBY Berbudi Pesanan PKS
- PKS Memahami Keputusan SBY
- Penjelasan PKS ttg Koalisi dg SBY
- PKS pun Terima Boediono
- Menakar Kesabaran PKS-
- 10 Kontrak Politik PKS-SBY
- Demokrat Jangan Takabur
- Tiffatul: Demokrat-PKS Belum Ada Titik Temu
- Alhamdulillah, Akhi Zul Semakin Sering Muncul di T...
- PKS Pertimbangkan Koalisi Lain
- PKS Siapkan Alternatif Koalisi
- "Demokrat Jangan Bak Pemilik Saham Tunggal"
- PKS Sabar Tunggu Hasil Pertemuan Hilmi-SBY
- Tiga Opsi PKS Bagi SBY-Boediono
- Tolak Boediono, PKS Siap Oposisi
- Gaet Prabowo, Mega Tahan Laju PKS
- PKS Nilai SBY tidak Tunjukkan Itikad Baik
- PKS Pertaruhkan Martabat
- PKS Takkan Hadiri Deklarasi SBY-Boediono
- PKS Tetap Tolak Boediono
- Penolakan Terhadap Boediono Terus Bergulir
- SBY-Boediono Versus Prabowo-HNW?
- Tiga Parpol Sempat Bicarakan Poros Alternatif
- Boediono Datang, Koalisi SBY Bubar
- PAN, PPP, PKS, dan PKB Akan Bentuk Poros Alternati...
- Pertemuan Koalisi Penolak Boediono Dimotori PKS
- Tifatul Sembiring Kecewa PKS Tak Diajak Diskusi
- Dalam Memutuskan Cawapres Ada Tata Kramanya
- PKS Siap Damaikan Mega-SBY
- Parpol Pendukung SBY Kumpul di DPR
- Tifatul: PKS Partai yang Setia
-
►
May
(63)
PKS Website
Toolbar
Group
Partai Keadilan Sejahtera Blog
Hidayat Nur Wahid
Bisnis dan Usaha Kader PKS - Simpatisan PKS
Bersih Peduli Profesional Menuju Kemenangan Pemilu 2009
Mari Realisasikan Amanat Munas , Allahu Akbar! Merdeka!

|