PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009
Survei: PDIP, Golkar, dan PKS Teratas
Jakarta - Hasil survei yang dilakukan Center for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan bahwa PDI Perjuangan, Partai Golkar, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan tiga partai teratas yang banyak dipilih oleh responden, jika pemilu dilakukan saat ini.
Ketika meluncurkan hasil survei "Perilaku Pemilih Indonesia 2008" di Gedung CSIS Jakarta, Selasa, Ketua Tim Survei dan Penelitian Lapangan CSIS Nico Harjanto mengatakan, PDI Perjuangan masih menjadi partai yang paling populer dengan memperoleh dukungan sebesar 20,3 persen responden, diikuti Partai Golkar dengan dukungan 18,1 persen, dan PKS dengan 11,8 persen.
Partai berikutnya ditempati oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan dukungan sebesar 6,8 persen, selanjutnya Partai Demokrat sebesar 5,2 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan 2,7 persen, dan Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 1,7 persen.
Dalam survei juga terungkap bahwa loyalitas pemilih PKS sangat tinggi. Sebanyak 75,4 persen pemilih yang pada Pemilu 2004 lalu memilih PKS, menyatakan akan kembali memilih PKS pada Pemilu 2009. Sedangkan loyalitas pemilih Partai Golkar sebesar 61 persen, diikuti PDIP sebesar 55,1 persen.
"Dukungan terhadap PPP dan PAN akan mengalami penurunan drastis dan banyak pendukungnya yang pindah ke PKS. Begitu pula dengan Partai Demokrat yang hanya menjadi 'fenomena sesaat' karena loyalitas pendukungnya sangat rendah," kata Nico, yang didampingi sejumlah pimpinan CSIS seperti Hadi Soesastro, Rizal Sukma, dan Indra J Piliang.
Dalam survei tersebut, sebanyak 30 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan dan sebanyak 6,1 persen lainnya lebih memilih partai-partai lain. "Sekitar 35 persen calon pemilih yang merupakan pemilih tahun 2004, berencana menetapkan pilihan pastinya pada hari pemungutan suara Pemilu 2009," katanya.
Ia menambahkan, survei itu juga menemukan bahwa di kalangan pemilih pemula, Partai Golkar merupakan parpol yang paling populer, diikuti PDI Perjuangan dan PKS. Selain itu, pengaruh "serangan fajar" seperti intimidasi dan pemberian uang saat menjelang pemilu tidak mempunyai pengaruh yang signifikan.
Hanya sebesar 12,9 persen calon pemilih yang mengaku pernah menerima sejumlah uang dan sekitar 2,5 persen calon pemilih yang mengaku mengalami intimidasi. "Dari jumlah itu, hanya 21,4 persen dan 16,9 persen menyatakan akan memberikan suaranya kepada parpol yang memberikan uang dan melakukan intimidasi. Jadi, efektivitasnya sangat rendah," kata Nico.
Calon presiden
Sedangkan terhadap pertanyaan calon presiden yang akan dipilih jika pemilu dilakukan saat ini, hasil survei menunjukkan bahwa Megawati Soekarnoputri masih menempati urutan teratas dengan 23,2 persen. Urutan kedua ditempati Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan 14,7 persen, diikuti Sri Sultan HB X dengan 8,8 persen, Hidayat Nur Wahid dengan 7,9 persen, Wiranto 7,6 persen, Jusuf Kalla 4,2 persen, dan Gus Dur dengan 3,6 persen.
Sebanyak enam persen responden menjatuhkan pilihannya pada calon-calon presiden lainnya dan 24 persen responden menyatakan belum tahu akan memilih siapa. "Menurunnya popularitas SBY sejalan dengan penilaian masyarakat yang sangat rendah terhadap kinerja pemerintahan SBY dalam isu-isu kesejahteraan rakyat," kata Nico.
Di sisi lain, hasil survei juga menunjukkan bahwa hampir semua pendukung PDIP akan memilih Megawati pada Pilpres 2009, sementara pendukung partai-partai lainnya termasuk Golkar, akan terpecah dalam menentukan calon presidennya.
Survei atau jajak pendapat tersebut dilakukan pada pertengahan Mei 2008 terhadap 3.000 responden di 13 provinsi yang memiliki total 85 persen jumlah penduduk Indonesia dan mewakili sekitar 76 persen kursi di DPR RI. Metode survei dilakukan dengan cara wawancara dan tatap muka. Sedangkan penentuan sampel dilakukan dengan kombinasi "multi-stage purposive sampling" dan "random sampling", dengan "margin of errors" sebesar plus minus 1,79 persen.
Menurut Nico, dalam melakukan penelitian itu pihaknya juga menerapkan cara baru ketika pertanyaan menyangkut calon presiden dan wakil presiden yang akan dipilih, dengan hanya memperlihatkan foto-foto kandidat, tanpa menyodorkan daftar nama kandidat.
Sementara itu, Direktur Eksekutif CSIS Hadi Soesastro mengatakan, hasil survei tersebut merupakan hasil sementara dari sejumlah survei lapangan yang sedang dan akan dilakukan CSIS, untuk mengetahui perilaku pemilih di Indonesia. Survei serupa terhadap responden yang sama, katanya, juga akan dilakukan pada Oktober 2008 dan Februari 2009. ant/is
15.7.08
Survei: PDIP, Golkar, dan PKS Teratas
Survei: PDIP, Golkar, dan PKS Teratas
PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009
Survei: PDIP, Golkar, dan PKS Teratas
Jakarta - Hasil survei yang dilakukan Center for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan bahwa PDI Perjuangan, Partai Golkar, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan tiga partai teratas yang banyak dipilih oleh responden, jika pemilu dilakukan saat ini.
Ketika meluncurkan hasil survei "Perilaku Pemilih Indonesia 2008" di Gedung CSIS Jakarta, Selasa, Ketua Tim Survei dan Penelitian Lapangan CSIS Nico Harjanto mengatakan, PDI Perjuangan masih menjadi partai yang paling populer dengan memperoleh dukungan sebesar 20,3 persen responden, diikuti Partai Golkar dengan dukungan 18,1 persen, dan PKS dengan 11,8 persen.
Partai berikutnya ditempati oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan dukungan sebesar 6,8 persen, selanjutnya Partai Demokrat sebesar 5,2 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan 2,7 persen, dan Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 1,7 persen.
Dalam survei juga terungkap bahwa loyalitas pemilih PKS sangat tinggi. Sebanyak 75,4 persen pemilih yang pada Pemilu 2004 lalu memilih PKS, menyatakan akan kembali memilih PKS pada Pemilu 2009. Sedangkan loyalitas pemilih Partai Golkar sebesar 61 persen, diikuti PDIP sebesar 55,1 persen.
"Dukungan terhadap PPP dan PAN akan mengalami penurunan drastis dan banyak pendukungnya yang pindah ke PKS. Begitu pula dengan Partai Demokrat yang hanya menjadi 'fenomena sesaat' karena loyalitas pendukungnya sangat rendah," kata Nico, yang didampingi sejumlah pimpinan CSIS seperti Hadi Soesastro, Rizal Sukma, dan Indra J Piliang.
Dalam survei tersebut, sebanyak 30 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan dan sebanyak 6,1 persen lainnya lebih memilih partai-partai lain. "Sekitar 35 persen calon pemilih yang merupakan pemilih tahun 2004, berencana menetapkan pilihan pastinya pada hari pemungutan suara Pemilu 2009," katanya.
Ia menambahkan, survei itu juga menemukan bahwa di kalangan pemilih pemula, Partai Golkar merupakan parpol yang paling populer, diikuti PDI Perjuangan dan PKS. Selain itu, pengaruh "serangan fajar" seperti intimidasi dan pemberian uang saat menjelang pemilu tidak mempunyai pengaruh yang signifikan.
Hanya sebesar 12,9 persen calon pemilih yang mengaku pernah menerima sejumlah uang dan sekitar 2,5 persen calon pemilih yang mengaku mengalami intimidasi. "Dari jumlah itu, hanya 21,4 persen dan 16,9 persen menyatakan akan memberikan suaranya kepada parpol yang memberikan uang dan melakukan intimidasi. Jadi, efektivitasnya sangat rendah," kata Nico.
Calon presiden
Sedangkan terhadap pertanyaan calon presiden yang akan dipilih jika pemilu dilakukan saat ini, hasil survei menunjukkan bahwa Megawati Soekarnoputri masih menempati urutan teratas dengan 23,2 persen. Urutan kedua ditempati Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan 14,7 persen, diikuti Sri Sultan HB X dengan 8,8 persen, Hidayat Nur Wahid dengan 7,9 persen, Wiranto 7,6 persen, Jusuf Kalla 4,2 persen, dan Gus Dur dengan 3,6 persen.
Sebanyak enam persen responden menjatuhkan pilihannya pada calon-calon presiden lainnya dan 24 persen responden menyatakan belum tahu akan memilih siapa. "Menurunnya popularitas SBY sejalan dengan penilaian masyarakat yang sangat rendah terhadap kinerja pemerintahan SBY dalam isu-isu kesejahteraan rakyat," kata Nico.
Di sisi lain, hasil survei juga menunjukkan bahwa hampir semua pendukung PDIP akan memilih Megawati pada Pilpres 2009, sementara pendukung partai-partai lainnya termasuk Golkar, akan terpecah dalam menentukan calon presidennya.
Survei atau jajak pendapat tersebut dilakukan pada pertengahan Mei 2008 terhadap 3.000 responden di 13 provinsi yang memiliki total 85 persen jumlah penduduk Indonesia dan mewakili sekitar 76 persen kursi di DPR RI. Metode survei dilakukan dengan cara wawancara dan tatap muka. Sedangkan penentuan sampel dilakukan dengan kombinasi "multi-stage purposive sampling" dan "random sampling", dengan "margin of errors" sebesar plus minus 1,79 persen.
Menurut Nico, dalam melakukan penelitian itu pihaknya juga menerapkan cara baru ketika pertanyaan menyangkut calon presiden dan wakil presiden yang akan dipilih, dengan hanya memperlihatkan foto-foto kandidat, tanpa menyodorkan daftar nama kandidat.
Sementara itu, Direktur Eksekutif CSIS Hadi Soesastro mengatakan, hasil survei tersebut merupakan hasil sementara dari sejumlah survei lapangan yang sedang dan akan dilakukan CSIS, untuk mengetahui perilaku pemilih di Indonesia. Survei serupa terhadap responden yang sama, katanya, juga akan dilakukan pada Oktober 2008 dan Februari 2009. ant/is
Blog Archive
-
►
2009
(797)
-
►
May
(63)
- Menatap 2014
- Soeripto: Pecat Kader PKS Mbalelo!
- 'Totalitas' PKS Mendukung SBY
- Ani Pakai Jilbab, Elektebilitas SBY Bisa Melorot
- PKS Gusur Konsistensi PKB ke SBY
- Angket Lolos, Koalisi Rapuh
- Daftar Anggota DPR RI 2009-2014 dari PKS
- Buku 'Ilusi Negara Islam' Mengadu Domba Ummat
- Survei PKS, SBY-Boediono Masih Bisa Kalah
- PKSku sayang, PKSku (tidak) malang
- PKS "Ikat" Boediono dengan Piagam Kerja Sama
- Ketika Artis Menjadi Anggota Parlemen
- Kontrak PKS Tak Terpisah dengan Piagam Cikeas
- Pidato Politik SBY Berbudi Pesanan PKS
- PKS Memahami Keputusan SBY
- Penjelasan PKS ttg Koalisi dg SBY
- PKS pun Terima Boediono
- Menakar Kesabaran PKS-
- 10 Kontrak Politik PKS-SBY
- Demokrat Jangan Takabur
- Tiffatul: Demokrat-PKS Belum Ada Titik Temu
- Alhamdulillah, Akhi Zul Semakin Sering Muncul di T...
- PKS Pertimbangkan Koalisi Lain
- PKS Siapkan Alternatif Koalisi
- "Demokrat Jangan Bak Pemilik Saham Tunggal"
- PKS Sabar Tunggu Hasil Pertemuan Hilmi-SBY
- Tiga Opsi PKS Bagi SBY-Boediono
- Tolak Boediono, PKS Siap Oposisi
- Gaet Prabowo, Mega Tahan Laju PKS
- PKS Nilai SBY tidak Tunjukkan Itikad Baik
- PKS Pertaruhkan Martabat
- PKS Takkan Hadiri Deklarasi SBY-Boediono
- PKS Tetap Tolak Boediono
- Penolakan Terhadap Boediono Terus Bergulir
- SBY-Boediono Versus Prabowo-HNW?
- Tiga Parpol Sempat Bicarakan Poros Alternatif
- Boediono Datang, Koalisi SBY Bubar
- PAN, PPP, PKS, dan PKB Akan Bentuk Poros Alternati...
- Pertemuan Koalisi Penolak Boediono Dimotori PKS
- Tifatul Sembiring Kecewa PKS Tak Diajak Diskusi
- Dalam Memutuskan Cawapres Ada Tata Kramanya
- PKS Siap Damaikan Mega-SBY
- Parpol Pendukung SBY Kumpul di DPR
- Tifatul: PKS Partai yang Setia
-
►
May
(63)
-
▼
2008
(2145)
-
▼
July
(217)
- Iklan Ketua Partai, Pemborosan
- Trendi Gandeng 18 Pengacara untuk Selesaikan Kasus...
- PKS Melesat, Demokrat Terendah
- Adang Urus SKCK di Polres Jaksel
- PKS di Mata CSIS
- Kecuali PKS, Suara Partai Turun di 2009
- Helmy Yahya Diyakini Menang
- Hidayat Maju Lewat Jateng
- Penolakan PKS terhadap Inu Kencana
- PKS Calonkan Muka Lama dalam Pemilu 2009
- PKS Akan Ajukan Capres Usia "Balita"
- Wali Kota Depok Tuntut Juklak Soal Ahmadiyah
- Caleg PKS Tandatangani Kontrak Politik
- PKS Telah Memberi Bukti
- Ketua MPR: Jangan Dikotomikan Usia Capres
- Baliho Trendi Dibakar, Alat Peraga Akan Diawasi Ke...
- Luncurkan Media Center, Menuju Partai yang Lebih P...
- Calon PKS untuk Sementara Unggul
- PKS Depok Siapkan Kader Wanita
- KS Depok Siapkan Kader Wanita
- cita-cita PKS
- TrenDi: Artis Baru (Pilkada) Kota Bandung
- Hidayat Nurwahid Calon Terbaik Untuk Orang R1
- Menuju Kemapanan Demokrasi
- KPK Diminta Pantau Proses Hak Angket
- Mukhoyam Tarbawi Terpadu 2008
- PKS Incar 29 Kursi DPR dari Jabar
- Mendorong Partai Islam ke Tengah
- Jawa Timur Selesaikan Daftar CAD
- KPJ Nyanyi Seharian Dalam Kampanye Trendi
- Trendi Janjikan Warga Tidak Mampu Bebas Biaya Pers...
- PKS Menang: Presiden, Menteri dan Diplomat Semua A...
- Koalisi PKS-SBY Hanya Sampai 2009
- PKS Siap Power Sharing
- Di Cirebon, PKB, PKS, PPP Berteman
- Tifatul: Koalisi Partai Islam Bagus
- Gus Dur Ajak Golput, PKS Ajak Nyoblos
- PKS Serba Daun Muda untuk 2009
- PKS Kembali Usung Hidayat Nurwahid
- Segera Terapkan Hukuman Mati Bagi Koruptor
- PKS Banggai Deklarasikan Kampanye Putih
- PKS Siapkan Strategi Jitu Untuk Kal-Bar
- PKS Siapkan 800 Ribu Kader Hadapi Pemilu 2009
- Ketua MPR Setuju Hukum Mati Koruptor
- PKS Putar Perdana Film 'Sang Murabbi'
- Kayalah Lalu Masuk Surga!
- Tifatul: Capres yang Ada Belum Solutif Atas Masala...
- 3 Syarat Koalisi PKS di Pilpres 2009
- Suara PKB Bisa Lari ke PKS
- Fadjroel Bantah Ikut Bursa PKS
- LSI Prediksi Soekarwo-Ipul Menang Putaran Dua
- Kader PKS itu Ibarat Atlet
- Pengamat: Peluang Capres Muda Makin Menguat
- Pemilu 2009 Jadi Ajang Pertarungan Kelompok Tua da...
- Kebijakan Dasar PKS
- Golkar Contek Kampanye ala PKS
- PKS Laporkan Pelaku Penyebaran Isu Fitnah
- Kerajaan Goa Beri Gelar Paddaengang pada Ketua DSP...
- Capres Dari Kalangan Tua Tidak Dijegal PKS
- Penentu Kemenangan Adalah Figur Capres
- Kebersamaan Islam dalam Pilpres dan Pilkada
- Fraksi PKS Minta Hentikan Polemik Usia Capres
- Mega Tantang Tifatul, Hidayat: Tidak Perlu Ada Yan...
- Hidayat: Pemilu Menjadi Pembuat Pilu
- Capres Muda VS Capres Tua, Muda Tak Sabar, Tua Tak...
- Penutupan Mukernas II PKS: Perkuat Komitmen Kemena...
- Tifatul dan PKS Maju Terus
- Situs Partai Politik, Isinya Sekadar Menjilat Atas...
- Tifatul: Capres yang Ada Belum Solutif Atas Masala...
- Adu Taktik Musim Paceklik Dana Politik
- Asa di Tengah Bara PKS dan PDI-P
- Pramono: Tak Ada Masalah Antara Mega & Tifatul
- Fadjroel Rahman "Merapat" ke PKS
- Dua Putaran Pilkada Jawa Timur
- 80 % Caleg PKS Usia 35-45 Tahun
- LSI : Karsa Dan Ka-ji Ke Putaran Dua Pilgub Jatim
- PKS Jaring 100 Tokoh Muda untuk Capres
- Capres Balita PKS Senggol Mega
- Fenomena Ka-Ji dan KarSa
- PDIP Siap Tarung di 2009
- Tak Ada Pasangan Meraih 30 Persen Suara
- Ipul : Pilgub Jatim Hasilnya Draw
- Soekarwo – Syaifullah Yusuf Siap Bertarung di Puta...
- Khofifah Siap Melaju di Putaran Kedua
- Pakde Karwo Menang Mutlak di Kampung Halamannya
- Jusuf Kalla Pasrah Terima Hasil Pilkada Jatim
- Dapat Urutan Tiga, Sutjipto Salahkan PDIP
- Pilgub Jatim Putaran Dua Digelar Bulan Puasa
- TPS Spiderman Ala Mojo Kampung
- Di TPS Mulyorejo, Soenarjo kalah dengan Soetjipto
- Quick Count LSI: Soekarwo-Saifullah Yusuf Unggul
- Banyak Pemilih Kehilangan Hak
- KARSA dan KAJI Bersaing Ketat
- Jago Partai Golkar Menang Telak di LP Jember
- TPS Sutjipto Dimenangkan Golput
- Surat Suara Pilkada Jatim Mulai Dihitung
- Pasangan Soekarwo-Saifullah Unggul Sementara
- Hasil Pilkada Jawa Timur ( Jatim ) KARSA Menang ?
- Tifatul versus Megawati
- Tifatul: 15% Biar Masyarakat Banyak Pilihan
- Hasil Pilgub Jatim Disiarkan Sejumlah Lembaga Surv...
- Pilkada Jatim: KarSa Siapkan Tim Quick Count Sapu ...
- Pilkada Jatim Pergeseran Dukungan Menjelang Pemili...
- Pilgub Jatim Janji Calon: Kecap “No 1″ Kandidat
- Pilkada Jatim Digelar Hari Ini
- Seminar Mukernas PKS : Gagasan Baru, Pemimpin Baru...
- Hidayat-Tifatul Calon Kuat Presiden dari PKS
- Capres PKS Idealnya di 2014
- Majelis Syuro PKS Larang Dukung-Mendukung Capres
- Mejelis Syuro Semangati Kader PKS
- PKS Pede Usung Capres sendiri
- Tifatul Sembiring Pimpin Ikrar Calon Anggota Dewan...
- Mahfudz Siddiq: “PKS Fokus Petakan Pemilu”
- Tifatul Sembiring Caleg dari Sumut
- PKS: Ubah Nasib Bangsa Melalui Pemimpin Muda
- Caleg-Capres Balita Ala PKS
- 3.000 Kader PKS Hadiri Mukernas
- PKS Desak SBY Terbitkan Keppres Malut
- Presiden Kaum Muda 2009
- Partai Keadilan Sejahtera Incar 20 Persen Kursi DP...
- PKS Targetkan Anggota Legislatif Perempuan Naik 50...
- PKS Belum Tentu Usung SBY di Pemilu 2009
- Tiffatul: PKS "Kawal" SBY Hanya Sampai 2008
- Asep Teguh, Caleg Termuda PKS
- PKS Garap 2.500 Posko Wanita Keadilan
- Tifatul: Jangan Dukung yang Sudah Gagal
- PKS Sulsel Usul Anis Matta Cawapres
- PKS Mencari Pemimpin “Joss”
- Ribuan Massa Hadiri Tabligh Akbar Mukernas II PKS ...
- Mukernas PKS, Momentum Lahirnya Pemimpin Baru
- Rakyat Dijadikan Obyek Politik Lima Tahunan Bukan ...
- Lomba becak dan Katinting Meriahkan Mukernas PKS
- PKS: Rakyat Bukan Obyek Politik 5 Tahunan
- PKS Jateng Siapkan 20 Jagoan
- Pilkada Kota Malang : Komitmen kandidat dari PKS
- FPKS: Ayin-Urip Teleponan, Polri Longgar
- Kritik PKS atas Banalitas PAN
- Pemilu 2009 Pemilu Paling Ramai dalam Sejarah
- PKS Partai Yang Agresif
- PKS: Caleg Artis = Parpol Nggak Pede
- Helmi Yahya Syuting Iklan Pilkada
- LSN Prediksi KarSa Kuasai Jatim
- Bola Pemilu di Tangan Bupati
- Membaca Tanda Zaman Pada PKS
- Direct Seling DPC PKS Pesanggrahan Diliput GLOBAL ...
- Agar Lebih 'Membumi' Ust. Abu Ridho Pindah Jalur k...
- PKS - Adalah Masa Depan Indonesia
- Download Gambar Parpol Peserta Pemilu
- PKS Setuju Parpol Tak Kampanye di Masjid
- PKS Primus Inter Minus Malum
- DALAM 2 JAM TRENDI KUMPULKAN RP 200 JUTA
- Survei: PDIP, Golkar, dan PKS Teratas
- Angka Cerai Naik karena Beda Partai
- PKS Targetkan Pansus BBM Selesaikan Tugas hingga D...
- Mukernas II PKS di Makassar: 'Pemimpin Baru, Harap...
- Loyalis PKS Paling Tinggi
- PKS Terapkan Pencalegan Eksklusif
- Survey CSIS: PKS Tertinggi
- Rekening Dana Kampanye TRENDI sudah terbuka untuk
- Senam PKS Bukan Pelanggaran Kampanye
- PKS Gebrak Kampanye pada Tahap III
- PKS Yakin Capai 20%
- Door to Door, Terobosan PKS
- Pemilu 2009 Jadi Ukuran Kepercayaan Terhadap Parpo...
- Kampanye PKS Sudah Tahap II
- PKS Kampanye Minimalis
- Hidayat: Golput Bukan Ancaman
- Apel Siaga, DPD PKS Jaksel Targetkan 60% Suara
- PKS Andalkan Kampanye ala Salesman Door to Door
- PKS Incar 43 Kursi DPR
- Parpol dan Pemilu 2009: Hasil Survey Terkini Indo ...
- Apel Siaga Awali Masa Kampanye PKS
- PEMILU 2009 Fantastis
- Jurus Pantun Politik PKS Via SMS
- PKS Door To Door dan Self Financing
- Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam
- Tifatul Bikin Pantun Nomor Urut 8
- PKS Nomor Urut Parpol 8 Pemilu 2009
- PKS Tak Mau Terjebak
- PKS Tidak Butuh 'Nomor Cantik'
- Tifatul Tak Merasa Menteri dari PKS Dituding "Sont...
- Ajaran Zakat Diserang
- KPU Undi Nomor Peserta Pemilu Hari Ini
- Pilkada Maluku Digelar Hari Ini
- Head To Head Islamis-Nasionalis: PKS Menyalip di T...
- PKS: Kepercayaan Publik Terhadap Parpol Diukur
- PKS, Pilkada, dan Pemilu 2009
- MUI Jateng Prihatin Pernyataan Wawan Hari Purwanto...
- NTB, Pelajaran bagi Partai Besar
- Golkar Tak Mau Kalah Di Internet
- PBB dan PKS Menang di NTB
- PKS Kangkangi Golkar-PDIP
- Inilah Parpol Peserta Pemilu 2009
- TGB M ZAINUL MAJDI MEMENANGKAN PILGUB NTB
- Acara Gospel di Kota Wali?
- Pasangan PKS Menang Di Pilgub NTB
- Kader PKS Dipenjara
- Tunggu Aku Minggu Pagi di TMP Kalibata !
- Warga NTB Mulai Mencoblos Calon Gubernur
- PKS Memulai Pacu Kuda
- PKS Undang Artis Wanita Gabung
- PKS Ukur Dukungan Perempuan
- KarSa (Karwo-Saifull) Awali Kampanye di Pamekasan
- Tugas Awal Ahmad Heryawan
- Dinamika Sosial Budaya PKS
- PKS Pertahankan Muka Lama Dalam Pileg 2009
- Jelang Pemilu, PKS Gelontorkan Dana Bagi Kaum Hawa...
- PKS Bagikan 500 Jilbab di Kramat Jati
- ABU SYAUQI HINDARI JADI PENGUASA
- Bayan PKS Riau
- Cerita tentang Politisi dan "Blog"
- Tersebab Isu, PKS tak Ikut Pilkada Riau
- Dede Yusuf: Saya Siap Pasang Badan Jakarta, 2 Jul...
- Ulangi Sukses Syampurno, 7 Parpol Siap Menangkan P...
- Dukung PKS Lewat SMS
- PKS Bidik Calon DPD di 15 Provinsi
- Tidak akan meninggalkan Duafa
-
▼
July
(217)
PKS Website
Toolbar
Group
Partai Keadilan Sejahtera Blog
Hidayat Nur Wahid
Bisnis dan Usaha Kader PKS - Simpatisan PKS
Bersih Peduli Profesional Menuju Kemenangan Pemilu 2009
Mari Realisasikan Amanat Munas , Allahu Akbar! Merdeka!

|